GERBANG HARAPAN SEORANG PUTRA DESA
GERBANG HARAPAN DARI RUMAH KEPALA DESA Bagi anak seorang buruh serabutan di Desa Larangan Perreng, impian sering kali menjadi barang mewah yang tak berani kusentuh. Tahun 2000, saat seragam merah-putihku mulai mengusang dan ujian akhir Sekolah Dasar menjelang, sebuah tanya besar menggelayut di kepalaku. Aku ingin sekali melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. Namun secara logika, impian itu terasa mustahil. Jangankan untuk biaya pendaftaran dan buku, untuk makan sehari-hari saja keluarga kami harus memeras keringat teramat keras.Ayahku bekerja di rumah Kepala Desa Larangan Perreng. Setiap hari beliau memeras peluh, melakukan pekerjaan apa saja demi menyambung hidup kami. Aku pasrah, bersiap mengubur dalam-dalam keinginanku untuk terus belajar.Namun, takdir Tuhan bekerja lewat jalan yang tak pernah terduga.Sore itu, Ayah pulang dengan langkah yang berbeda. Wajahnya yang biasa ditekuk kelelahan, menyiratkan binar y...